“Keuangan negara harus kredibel, bisa dipercaya, dan menjadi tools untuk menjaga kontrak antara rakyat dan negara. Keuangan yang sehat adalah sarana dan prasyarat menuju Indonesia maju,” tegasnya. Kementerian Keuangan berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menjaga stabilitas fiskal jangka menengah panjang, serta memperkuat ketahanan fiskal di tengah tantangan global.
Kemenkeu terus memperkuat pengelolaan keuangan negara melalui peningkatan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Target penerimaan negara tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp3.004,5 triliun, mengalami pertumbuhan 2,03 persen dari tahun sebelumnya.
Pengelolaan APBN melibatkan 99 kementerian/lembaga, 546 pemerintah daerah, 75.266 desa, dan 19.439 satuan kerja. Kemenkeu juga melayani 82,23 juta wajib pajak dan 148 ribu eksportir/impor, dengan volume transaksi harian yang sangat besar, termasuk lebih dari 2,3 juta faktur pajak dan 39.680 dokumen pabean yang dikelola setiap hari.
