Produktifitas Pertanian Padi di Madura

Foto: Lokasi Pertanian Padi di Kabupaten Bangkalan.

Bangkalan – Madura merupakan salah satu wilayah yang memberikan kontribusi pada produktifitas pertanian padi Provinsi Jawa Timur. Menurut data BPS Provinsi Jawa Timur Tahun 2021, luas panen padi, produksi padi, dan produksi beras di Madura mencapai puluhan hektar (ha), puluhan-ratusan ribu ton-Gabah Kering Giling (GKG)/Beras tahun 2019-2020. Namun, produktifitasnya, menurut analisis Tim Redaksi Madurapers lebih kecil dibandingkan dengan kabupaten/kota lumbung padi/beras di Provinsi Jawa Timur.

Pada tahun 2019 produktifitas luas panen padi di Kabupaten Bangkalan 50,59 ha, Kabupaten Sampang 47,27 ha, Kabupaten Pamekasan 45,27 ha, dan Kabupaten Sumenep 48,45 ha. Pada tahun 2019 produktifitas luas panen padi di Kabupaten Bangkalan menurun menjadi 49,23 ha, Kabupaten Sampang meningkat menjadi 50,56 ha, Kabupaten Pamekasan meningkat menjadi 50,43 ha, dan Kabupaten Sumenep meningkat menjadi 54,50 ha.

 

Perkembangan produksi padi tahun 2019 di Kabupaten Bangkalan -46.247,00 ton-GKG, Kabupaten Sampang -52.445,48 ton-GKG, Kabupaten Pamekasan -26.825,68 ton-GKG, dan Kabupaten Sumenep -44.755,16 ton-GKG. Pada tahun 2020 perkembangan produksi padi di Kabupaten Bangkalan meningkat menjadi 1.265,36 ton-GKG, Kabupaten Sampang meningkat menjadi 31.104,07 ton-GKG, Kabupaten Pamekasan meningkat menjadi 9.414,17 ton-GKG, dan Kabupaten Sumenep meningkat menjadi 43.504,95 ton-GKG.

BACA JUGA:  Ngeri, Dua Warga Bangkalan Dibacok Orang Tak Dikenal

Jika dikonversi menjadi beras, pada tahun 2019 perkembangan produksi beras di Kabupaten Bangkalan -26.586,26 ton-Beras, Kabupaten Sampang -21.129,37 ton-Beras, Kabupaten Pamekasan -15.409,45 ton-GKG, dan Kabupaten Sumenep -25.502,92 ton-Beras. Pada tahun 2020 perkembangan produksi beras di Kabupaten Bangkalan meningkat menjadi 726,88 ton-Beras, Kabupaten Sampang meningkat menjadi 8.867,60 ton-Beras, Kabupaten Pamekasan meningkat menjadi 5.407,94 ton-GKG, dan Kabupaten Sumenep meningkat menjadi 24.991,23 ton-Beras.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2019, dari 38 kabupaten/kota peringkat luas panen padi Kabupaten Bangkalan berada di peringkat 18, Kabupaten Sampang peringkat 25, Kabupaten Pamekasan peringkat 28, dan Kabupaten Sumenep peringkat 21. Pada tahun 2019 Kabupaten Bangkalan turun ke peringkat 19, Kabupaten Sampang naik ke peringkat 21, Kabupaten Pamekasan naik ke peringkat 27, dan Kabupaten Sumenep naik ke peringkat 18.

Peringkat produksi padi tahun 2019 Kabupaten Bangkalan berada di peringkat 21, Kabupaten Sampang peringkat 26, Kabupaten Pamekasan peringkat 29, dan Kabupaten Sumenep peringkat 24. Pada tahun 2019 Kabupaten Bangkalan turun ke peringkat 22, Kabupaten Sampang naik ke peringkat 25, Kabupaten Pamekasan naik ke peringkat 28, dan Kabupaten Sumenep naik ke peringkat 18.

BACA JUGA:  ASN Sumenep Lalai Bertugas, GPMS Desak Inspektorat Bertindak

Peringkat produksi beras tahun 2019 Kabupaten Bangkalan berada di peringkat 22, Kabupaten Sampang peringkat 26, Kabupaten Pamekasan peringkat 29, dan Kabupaten Sumenep peringkat 24. Pada tahun 2019 Kabupaten Bangkalan tetap di peringkat 22, Kabupaten Sampang tetap di peringkat 26, Kabupaten Pamekasan naik ke peringkat 28, dan Kabupaten Sumenep naik ke peringkat 18.

Luas panen padi di Madura tahun 2019-2020 produktif, produksi padi dan beras di Madura tahun 2019 tidak produktif, dan produksi padi dan beras di Madura tahun 2020 produktif. Namun demikian, angka produktifitas luas panen padi dan produksi padi/berasnya lebih kecil dibandingkan kabupaten/kota lumbung padi/beras di Provinsi Jawa Timur. Peringkat produktifitasnya di level Provinsi Jawa Timur berada di peringkat 18-29 dari 38 kabupaten/kota.

Respon (2)

  1. Meskipun Madura masuk peringkat 18-28 dlm produktifitas beras, itu makin membuktikan betapa Indonesia tdk butuh impor. Kalo msh tetap ngotot impor, berarti KPK wajib ngusut para cukong, yg tdk bs hidup tanpa impor dan ngakali eksekutif.

Tinggalkan Balasan