“Memang kondisinya sudah rusak sejak lama. Kebetulan saat kejadian murid sedang senam pagi di luar. Mungkin juga ada pengaruh dari gempa dua hari lalu,” ujarnya.
Pasca-ruang kelas roboh, pihak sekolah mendapat kunjungan dari Kepala Desa Bunten Barat bersama aparat kepolisian. Murid-murid akhirnya dipindahkan untuk belajar sementara di sebuah musholla di dekat sekolah.
Kepala Desa Bunten Barat, Sukaryadi, menegaskan pihaknya mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang agar segera melakukan perbaikan total.
“Jangan sampai menunggu jatuh korban. Kami berharap Pemkab Sampang segera membangun kembali ruang kelas yang roboh, supaya anak-anak bisa belajar dengan aman,” tegasnya.
