Kerusakan parah tampak di bagian atap utama rumah dan bangunan dapur. Tak hanya itu, surau kecil milik keluarga Juhari juga terdampak, sehingga tidak bisa digunakan untuk beribadah sementara waktu.
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun perwakilan dari pemerintah desa maupun kecamatan yang datang melihat kondisi korban. Padahal, Juhari dan keluarganya hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan pas-pasan.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah. Kami ini hanya petani, penghasilan sehari-hari cukup buat makan saja,” tambahnya dengan nada harap.
