Sempat Disegel Beberapa Hari, Pasar Bringkoneng Kembali Dibuka

PENYEGELAN
Personil Satpol PP Sampang saat melakukan survie lokasi lahan sengketa di Pasar Bringkoneng. (Doc. Anaf For Madura Pers)

Sampang – Terjadi permasalahan sengketa lahan pasar bringkoneng yang berujung penyegelan berupa pemasangan pagar dan plang papan nama seminggu yang lalu oleh pihak penggugat H.Fadli CS. Akibatnya, berdampak pada kegiatan operasional pasar.

Namun, setelah melalui mediasi yang alot, kini pasar Bringkoneng bisa beroprasi kembali. Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamung Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sampang, Suryanto, bahwa pasar Bringkoneng sudah bisa beroprasi kembali.

“Intinya perekonomian di pasar yang sempat berhenti bisa kembali berjalan,” tutur Suryanto saat di wawancara beberapa media dilokasi pasar Bringkoneng, Sabtu (23/10/2021).

Disindir terkait sisa material pagar yang belum dicabut, pihaknya mengaku akan ada proses berikutnya melalui jalur kesepakatan.

“Nanti akan ada proses lanjutan, secara musyawarah kesepakatan di Disperendag, yang penting pasar bisa kembali beroprasi,” tandasnya.

Dilokasi yang sama, Muhammad Dangken, S.H selaku pengacara dari H.Fadli CS (Penggugat) mengatakan kedatangan personil Satpol PP Kabupaten Sampang untuk melakukan mediasi agar pasar Bringkoneng bisa di fungsikan kembali.

“Sudah kami fasilitasi, pasar sudah bisa di fungsikan kembali seperti sediakala. Kami sudah memberi pintu untuk pasar sapi dan pasar polowijo,” tuturnya.

BACA JUGA:  Diketahui Tidak Patuh Prokes, Ini Sanksi dari Tim Covid-19 Sumenep

Disindir terkait proses hukumnya, pihaknya mengatakan prosesnya masih jalan. Bahkan pihaknya mengaku ada dua aspek hukum, yaitu pidana dan perdata.

Dangken menjelaskan bahwa hukum pidana yang digugat H.Fadli, berupa keterangan palsu yang digunakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang.

“Keteranga palsu tersebut berupa surat yang menyatakan tanah ini milik Negara, padahal ini tanah hak,” ungkapnya.

Sedangkan tentang hukum perdata, pihaknya mengatakan sudah menguasai obyek dan surat sudah atas nama H.Fadli. “yang harus mengajukan gugatan itu dari pihak pemkab, kita hanya menunggu saja,” tuturnya.

Agar permasalahan sengketa tidak berlarut-larut, pihaknya berharap ada negosiasi atau mediasi.

“Jika status hukumnya jelas, maka Pemkab lebih cepat untuk melakukan pembangunan pasar ini,” paparnya.

Menurut Dangken, Pemkab Sampang memang mempunyai tanah di Pasar Bringkoneng, namun tidak keseluruhan.

“Jadi Pemkab itu menyerobot ke tanah hak milik H.Fadli, tidak keseluruhan milik pemkab. Jika ingin tahu luas tanah yang dimiliki Pemkab, silahkan buka peta Desa, disana susah jelas kok,” tandasnya.

Sekedar diketahui, sengketa lahan pasar bringkoneng yang terletak di Dusun Bringkoneng, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang antara pihak H.Fadli selaku penggugat dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupten Sampang selaku tergugat.

BACA JUGA:  Lahan SDN Jatra Timur 1 Diklaim Milik Warga, Ahli Waris Warning Pemkab Sampang

 

Penulis : Anaf

Editor: Ady

Tinggalkan Balasan