Imam Bakri mengakui kesalahannya kepada Mas Kiai, dengan alasan bahwa ia terpengaruh oleh komentar-komentar lain yang ada dalam sebuah postingan di akun TikTok Sumenep Menyala. Ia menyatakan penyesalannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Menanggapi hal tersebut, Mas Kiai menasihati Imam Bakri agar lebih mampu mengendalikan dirinya sehingga tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Perlu membatasi diri, apalagi tadi Mas Bakri menyampaikan hanya terpengaruh atau dalam bahasa Madura disebut ‘gun ro’-noro’. Ini, yang bersangkutan harus belajar membatasi,” ujar Mas Kiai memberikan nasihat.
Mas Kiai juga menekankan pentingnya bagi para santri dan alumni PP Annuqayah untuk terus menunjukkan perilaku yang baik di tengah masyarakat. Menurutnya, santri Annuqayah dikenal sebagai individu yang terpelajar, dekat dengan agama, dan memiliki moralitas yang tinggi, sehingga mereka dihormati dan disegani oleh masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada alumni yang dengan sigap menunjukkan kepeduliannya, termasuk juga kepada pelaku yang beritikad baik untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” pungkas Mas Kiai.
