Tidak hanya soal rasa, tetapi juga tradisi, masyarakat Bangkalan masih mempertahankan cara menyajikan bubur putih ini dengan bungkusan daun pisang. Bahkan, sendok untuk menyantapnya juga terbuat dari daun pisang, menambah kesan alami dan khas dari hidangan ini.
Tajin Sobih bukan hanya sekadar makanan. Bagi masyarakat Bangkalan, kuliner bubur ini merupakan bagian tak terpisahkan dari bulan puasa. Di saat berbuka, hidangan manis ini menjadi incaran banyak orang.
Meski begitu, tidak semua orang bisa mengolah Tajin Sobih dengan sempurna. Resep dan cara pembuatannya membutuhkan keahlian khusus yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah terbiasa dalam memasaknya. Namun, meskipun begitu, harga seporsi kuliner masih terjangkau bagi siapa pun yang ingin menikmati kelezatannya.
Selain dijual secara berkeliling di desa, ibu-ibu penjual Tajin Sobih juga bisa ditemui di berbagai pasar di Kota Bangkalan dan Kecamatan Burneh. Mereka dengan ramah menyambut pembeli, menawarkan aroma dan rasa autentik dari kuliner tradisional ini yang menjadi warisan berharga dari Bangkalan, Madura.
