Menurut Erta, kehadiran KOPRI di madrasah-madrasah menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pendidikan dan memperkuat peran perempuan muda sebagai agen perubahan di bidang sosial-keagamaan.
Sementara itu, salah satu pengajar Madrasah Diniyah Nurul Falah, Ustadzah Meimei, menyambut positif dan mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami merasa terbantu sekali karena di sini kekurangan tenaga pengajar. Kehadiran mahasiswa KOPRI sangat membantu proses belajar-mengajar di madrasah ini,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kegiatan pengajaran, Gerakan Asuh Generasi Islami juga memuat nilai spiritual dan sosial yang berkelanjutan. Melalui program ini, KOPRI ingin menegaskan bahwa gerakan perempuan tidak hanya sebatas ruang kampus, tetapi juga mampu memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Ini bukan aksi seremonial, tapi komitmen kami untuk terus bergerak, berdampak, dan bermanfaat,” tutup Erta tegas.
