“Pada tahun 2023, Sumenep memiliki 39 desa mandiri, 147 desa maju, dan 144 desa berkembang. Saat ini, di Sumenep sudah tidak ada desa tertinggal,” imbuhnya.
Untuk itu, pihaknya berharap kepada Pemerintah Desa (Pemdes) se-kabupaten Sumenep untuk terus berupaya meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM)untuk pengembangan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mendorong kepada Pemdes, khususnya Kepala Desa (Kades) untuk menyusun program yang dapat meningkatkan nilai IDM,” harapnya.
Guna menunjang tercapainya desa mandiri tersebut, Anwar Syahroni mengaku saat ini intens berkoordinasi dengan pendamping desa dan kepala desa untuk memastikan validitas data dan mendorong mereka untuk terus melakukan pembangunan.
“Proses peralihan status desa mandiri ini, pihak desa menginput data mereka sendiri. Semua data diunggah melalui sistem pusat kementerian. Penentuan skor berdasarkan keputusan Menteri Desa PDTT,” pungkasnya.
