Namun, setelah Pemkab Sumenep menyelenggarakan vaksinasi massal kemerdekaan, ternyata capaian vaksinasi mulai meningkat, untuk dosis pertama sebanyak 104.165 warga (12,3%). Sementara untuk vaksinasi dosis kedua sebanyak 48.161 warga (5,7%).
Sedangkan bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) atau kelompok berisiko tinggi sebanyak 1.645 warga (44,9%).
“Artinya, edukasi, sosialisasi, dan eksekusi yang Pemkab Sumenep lakukan dan juga dukungan berbagai pihak baik TNI, Polri, dan pihak swasta perlahan mengubah pemahaman masyarakat tentang vaksin, bahwa ini adalah untuk Kesehatan bersama,” kata Ferdian.
Menurutnya, rintangan berat yang harus dihadapi oleh Pemkab Sumenep dalam memutus mata rantai Covid-19, ternyata bukan hanya soal pendistribusian vaksin, akan tetapi juga dalam memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa vaksinasi sangat penting untuk dilakukan, hal itu dikarenakan masyarakat telah terpengaruh oleh adanya berita hoax.
“Tugas berat kita terkait penanganan Covid-19 selain pencegahan, penanggulangan, dan vaksinasi adalah melawan hoax dan disinformasi tentang vaksin dan Covid-19 itu sendiri,” pungkasnya.
