Beredar Video Camat Batang-batang Perintahkan Kades Curi Sapi, Komentar Netizen Sontak Banjiri Sosmed

Tangkap layar Forkopimka Batang-Batang saat menggelar rapat koordinasi. (Istimewa)

Sumenep – Sebuah video berdurasi 30 detik ramai diperbincangkan netizen, baik di Facebook maupun di WhatsApp. Pasalnya dalam video tersebut terdapat Camat Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang seolah memerintahkan Kepala Desa di kecamatan tersebut untuk mencuri sapi alias ternak milik masyarakat yang enggan untuk divaksin.

Pada video tersebut, Camat Batang-Batang, Sumenep, Joko Suwarno terlihat sedang menyampaikan sambutan dalam agenda rapat koordinasi, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) yang sekaligus diikuti oleh seluruh kepala desa se kecamatan.

Salah satu akun Facebook bernama Mamang Arifandi membagikan video berdurasi 30 detik itu tepat hari ini, Minggu (15/8/2021). Sehingga tidak berselang lama komentar netizenpun membanjirnya. Bahkan dari beberapa komentar itu menilai bahwa pejabat publik tidak selayaknya mengatakan demikian.

“Kalebunna tako’ ka masyarakat, tako’ ta’ epele pole 2025 – 2026, (Kepala Desa takut sama masyarakat, takut tidak dipilih kembali tahun 2025-2026) itu kan masih lama,” ungkap Camat Batang-batang dalam video itu, Minggu (15/08/2021).

BACA JUGA:  Pria Asal Sidoarjo Diringkus Satresnarkoba Sumenep

Terlebih dari itu, dirinya mempertegas bahwa kepala desa (kades) alias “kalebun” dalam Bahasa Madura seperti yang disebut pada video itu, memiliki kartu AS. Sehingga menurutnya bisa memberikan kebijakan apapun pada masyarakat.

“Kalebun punya kartu AS, masyarakat punya sape, keco’ sapena ca’na Bupati. Keco’ sapena mon reng seta’ enda’ e vaksin (Kades punya kartu AS, masyarakat punya sapi, curi sapinya kata Bupati. Curi sapinya jika ada orang yang tidak mau divaksin),” lanjut kata Camat.

Pernyataan yang disampaikan oleh Camat Batang-batang, Sumenep itu, mendapat cibiran dari beberapa pengguna Facebook. Salah satunya, akun Facebook bernama Kiky Niufall yang keheranan terhadap pernyataan camat itu.

“Soro ngeco’, ma’ tolos ta’ melo. Se ngare’ sarah bula. Kor amonyi empiyan pak, ngala’ sanyamanna gerrem ghaniko (Suruh nyuri, ya jelas saya tidak kebagian. Saya cari rumput susah. Asal ngomong saja anda pak. Ambil seenaknya mulut sendiri),” tulis netizen dalam kolom komentar.

 

Tinggalkan Balasan