“Legenda Raden Segoro memang sulit dibuktikan secara historis karena minimnya sumber tertulis. Tapi bukan itu yang utama. Yang penting adalah nilai-nilai yang bisa kita ambil—keberanian, kejujuran, kepedulian terhadap rakyat, dan semangat dakwah,” ujarnya.
Ia menegaskan, Raden Segoro menjadi simbol keberanian, kecerdasan, dan keislaman yang membumi, yang relevan untuk dijadikan inspirasi gerakan mahasiswa saat ini.
“Sudah sepatutnya kader PMII meneladani semangat beliau dalam perjuangan sosial dan intelektual,” lanjutnya.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri, membahas relevansi nilai-nilai Raden Segoro dengan tantangan zaman modern. Suasana hangat dan kritis terlihat sepanjang jalannya kajian.
Acara ditutup dengan refleksi bersama dan pembacaan doa, sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan sekaligus komitmen untuk meneruskan semangat perjuangan Raden Segoro dalam setiap gerak langkah kader PMII.
