Pada pembukaan Kode Hammurabi berisi perintah Marduk (Dewa Babilonia, berupa Sapi Matahari) kepada raja (Hammurabi) untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam bahasa negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Batang tubuh Kode Hammurabi mengatur: keadilan, properti, irigasi, perdagangan, keluarga, cedera pribadi, dokter dan malapraktek, aturan gedung, aturan properti dan upah.
Kode ini merupakan aturan resmi yang dijalankan masyarakat dan pemerintahan di Kerajaan Babilonia. Kode ini dibuat oleh Hammurabi dalam bentuk piagam, yakni berwujud dalam bentuk prasasti (pilar batu berbentuk jari). Prasasti ini berukuran 2,35 meter dan ditulis dalam bahasa Akkadia.
Tujuan kode ini ditulis di prasasti, menurut perkiraan beberapa ilmuan sejarah, agar aturan yang terdapat dalam kode ini dapat dilihat oleh masyarakat Babilonia sehingga mendapatkan persetujuannya. Dengan demikian, Kode Hammurabi bukan semata-mata dibuat oleh kerajaan tetapi juga melibatkan persetujuan masyarakat Babilonia.
Oleh karena itu meski terdapat aturan yang ganjil (hukuman aneh, mengerikan, dan bias klas dan gender) dalam Kode Hammurabi pasca wafatnya Hammurabi dan penaklukan Kerajaan Babilonia oleh pasukan Het, kode ini tetap dipergunakan sebagai aturan di masyarakat dan pemerintahan di Babilonia.
Hal ini karena kode tersebut mampu menciptakan ketertiban dan keteraturan kehidupan masyarakat Babilonia. Terbukti, di masa raja Hammurabi Kerajaan Babilonia aman dan tertib karena kode ini diterapkan oleh raja Hammurabi dengan keras dan tegas.
