Serangan Israel pada 13 Juni 2025 lalu memicu eskalasi besar, menewaskan pejabat militer tinggi dan ilmuwan nuklir Iran serta ratusan warga sipil. Iran menyebut tindakan tersebut sebagai agresi tidak beralasan yang memicu respons berskala penuh.
Amerika Serikat (AS) memperburuk ketegangan dengan membombardir tiga situs nuklir utama Iran pada 22 Juni 2025. Langkah itu memicu kemarahan Tehran dan mengakibatkan serangan balasan ke wilayah yang diduduki Israel dan pangkalan AS di Qatar.
Iran meluncurkan drone dan rudal balistik yang menghantam sasaran strategis, menimbulkan kerusakan signifikan. Beberapa jam sebelum gencatan senjata diberlakukan pada 24 Juni 2025, rudal Iran menghantam pangkalan udara utama AS di wilayah Teluk.
Dengan dibukanya kembali bandara dan dimulainya kembali penerbangan internasional, Iran menunjukkan tekadnya untuk segera pulih dari dampak agresi dan mengembalikan stabilitas nasional.
