Beredar Jasa Pembuatan Kartu Vaksin, Satgas Covid-19 Sumenep: Khawatir Dipalsukan

wakil sekretaris satgas coviid-19
Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, saat diwawancarai pewarta madurapers.com, Jumat 03 September 2021. (Moh Busri)

Sumenep – Beredar informasi pelayanan jasa pembuatan kartu vaksin di akun Instagram bernama @sumenepsuperhits, dengan bahan dan bentuk sejenis Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sementara di beberapa media pemberitaan, seperti dikutip dari Kompas.com, pemerintah meminta agar masyarakat berhati-hati dengan jasa pembuatan kartu vaksin. Karena hal tersebut berpotensi membocorkan data pribadi.

Mengenai ini, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, mengungkapkan bahwa perbuatan kartu vaksin dinilai tidak perlu. Sebab pemerintah telah menyediakan aplikasi PeduliLindungi agar masyarakat lebih mudah untuk mengakses barcode vaksinasi.

“Sekarang kan sudah ada aplikasi PeduliLindungi, jadi seseorang yang sudah divaksin otomatis akan terlacak barcode-nya, tidak usah pakai kartu,” ungkapnya saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (03/09/2021).

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang telah melakukan vaksinasi akan lebih mudah dilacak dibandingkan dengan kartu vaksin.

“Jadi, manakala seseorang itu sudah divaksin maka di aplikasi ini langsung lolos. Sehingga bisa digunakan, misalnya ke Mall, Supermarket, Kebun Binatang, rata-rata harus mempunyai aplikasi PeduliLindungi, ini sudah sesuai Inmendagri,” sambungnya.

Menurut Rahman, pembuatan kartu vaksin itu merupakan inisiatif percetakan. Sebab, pihaknya mengaku bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumenep, tidak pernah memberikan instruksi pembuatan kartu vaksin.

BACA JUGA:  Hadiri Musda IV KAHMI, Wabup Sumenep Tekankan Soliditas Organisasi

“Itu mungkin inisiatif dari lembaga percetakan, bukan dari Pemerintah Daerah. Cuma khawatir kartunya itu bisa dipalsukan, artinya tidak sesuai barcode-nya,” jelasnya.

Bahkan selain berpotensi terjadi kebocoran data dan pemalsuan barcode, Rahman juga menilai kartu vaksin yang dicetak tidak efektif.

“Saya kira dengan adanya aplikasi PediliLindungi, maka kartu itu sudah tidak efektif. Karena dengan pakai HP Android itu sudah bisa,” tegasnya.

Jika keinginan masyarakat adalah efektivitas dan mudahnya penggunaan sertifikat vaksin, maka pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep ini, menyarankan untuk menggunakan aplikasi saja karena menurut dia lebih murah dan efektif.

“Saran saya lebih baik memanfaatkan aplikasi, dari pada membuat kartu, karena lebih efektif,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Soal Video Mesum, BK DPRD Sumenep Enggan Ditemui Rakyat

Saat awak media madurapers.com  menghubungi nomor yang tercantum di pamflet yang dimuat di akun instagram @sumenepsuperhits tersebut, yang bersangkutan tidak merespon, padahal dari nada tunggu saat dihubungi, nomor itu aktif.

Tinggalkan Balasan