Kader PMII Asal Bangkalan Sebut PKC Jatim Melanggar Regulasi, Karena Sudah Melebihi Batas Periode

Salah satu Kader PMII Rajib menempuh pendidikan di UTM (Sumber Foto : Rajib)

Bangkalan – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Jawa Timur (Jatim) Pergerrakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dinilai sudah menuai kaderisasi oleh salah satu kader Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Pasalnya, PKC Jatim sudah melanggar Anggaran Rumah Tangga (ART) dan sudah tidak selayaknya PKC memberikan contoh sperti itu, hal itu dikarenakan atas molornya Konkoorcab yang sampai saat ini belum dilaksanakan.

Salah satu Pengurus PMII Rayon Al-Fatih Muhamad, Rajib sofwan menyampaikan bahwa, PKC PMII Jatim sudah melanggar ART Bab VIII Pasal 19 ayat (9) yang menjelaskan tentang masa jabatan PKC selama 2 (dua) tahun.

“Secara admistrasi PKC PMII Jatim sudah melanggar konstitusi, Karena Konferensi terakhir di gelar pada tanggal 25 – 29 Oktober 2018, sehingga perlu ada pengambil Alihan kepengurusan oleh PB PMII,” ungkap mahasiswa asal Kokop itu. Sabtu, (10/12/2021).

Lebih lanjut, Sesuai dengan Hasil Muspimnas Boyolali Tentang peraturan organisasi Bab V Pengguguran Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pasal 19 Ayat (3) yang berbunyi, dalam hal PKC tidak mempunyai kemampuan untuk melaksanakan Konferensi Koordinator Cabang dalam waktu lebih dari 3 tahun. Maka, Pengurus Besar (PB) PMII dapat mengambil alih kepemimpinan PKC tersebut untuk melaksanakan Konferensi PKC.

BACA JUGA:  Pengurus Pembantu Pondok Pesantren Nurul Jadid Korda Bangkalan Sukses Melaksanakan Triwulan Perdana Silaturahim Alumni 

Molornya Konkoorcab PKC Jawa Timur, lanjut Rajib sapaan karibnya, pihaknya mengaku sudah mengorbakan banyak kader, bahkan menghambat atau memotong proses kaderisasi yang ada, jangan sampai karena kedekatan dengan para pejabat sampai menghambat Proses kaderisasi.

“Karena atas kemoloran ini bisa menghambat proses kaderisasi PMII di Jawa Timur, jangan sampai karena kedekatan dengan pejabat pemerintahan harus mengorbankan banyak kader, ” tegasnya.

Secara identitas, menurut rajib PKC PMII Jatim harusnya malu pada perbuatan yang mencemarakan nama baik PMII di tataran organisasi ekstra se-Indonesia.

“Saya rasa tidak sepantasnya sekelas PKC PMII Jatim berkelakuan atau memberikan contoh seperti itu, bahkan sampai melebihi batas periode kepengurusan belum melaksanakan Konferensi Konkoorcab,” Pungkasnya, sembari menutup perbincangan dengan awak media Madurapers.com.

Tinggalkan Balasan