Kadisdik Agus Tak Bisa Jawab Jumlah SD di Sumenep, DPRD: Itu Memalukan

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Samiudin saat ditemui media ini beberapa waktu lalu. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Komisi IV (empat) turut komentar soalnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Agus Dwi Saputra yang didemo oleh ratusan mahasiswa, Selasa (11/1/22) kemaren.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STKIP PGRI Sumenep kepung Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) dengan menyoal berbagai macam masalah pendidikan di ujung timur pulau Madura.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Nur Hayat mengatakan, kedatangannya membawa 4 (empat) tuntutan. Pertama, mengevaluasi Pendidikan di Kabupaten Sumenep. Kedua, Kadisdik menyampaikan komitmen dan visi misi terkait pendidikan Kabupaten Sumenep ke depan.

Dan yang ketiga, Kadisdik menyampaikan keseriusannya dalam penyelesaian persoalan pendidikan. Sedangkan yang keempat, jika tidak siap memenuhi ketiga tuntutan tersebut, lebih baik mundur sebagai Kadisdik Sumenep.

Namun, kedatangan Agus sempat cekcok dengan masa aksi. Bahkan, masa aksi merasa kecewa dengan jawaban Kadisdik yang tidak sesuai harapan.

Pasalnya, ditanyakan soal berapa jumlah Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kabupaten Sumenep, Kadisdik Agus yang masih seumur jagung dalam kepemimpinan Disdik Sumenep itu, berdalih masih memperbaiki data base untuk kelembagaan pendidikan di Kabupaten Sumenep.

BACA JUGA:  Apoeng Ketha Ditutup Sementara Selama Satu Bulan, Kebijakan Selanjutnya Belum Jelas

Dengan lantang, dirinya mengatakan belum tahu menahu terkait jumlah lembaga SD di Sumenep. Mendengar jawaban itu, sontak Hayat menyebut Kadisdik minim pengalaman dan kualitas pendidikannya diragukan.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Samiudin mengaku apa yang disampaikan oleh Kadisdik Agus kepada sejumlah masa aksi itu membuat dirinya kecewa karena tidak bisa menjawab pertanyaan mahasiswa.

“Itu memalukan. saya sangat kecewa. Jujur, soal sistem data base yang ada di Disdik itu memang amburadul,” kata Samiudin saat ditemui jurnalis media madurapers.co. di kantor Dewan setempat, Kamis (13/1/22).

Bahkan, kekecewaan itu sempat disampaikan kepada sejumlah pejabat Disdik yang hadir di forum rapat antara pihak Komisi IV dengan Disdik Sumenep, Rabu (12/1/22) kemaren.

Dirinya mengungkapkan, bahwa rancunya data lembaga pendidikan di Sumenep itu tak lain karena tidak adanya data yang jelas dari pejabat Disdik sendiri. Ditambah lagi tidak ada data yang mudah diakses oleh masyarakat melalui aplikasi smartphone.

Kemudian, kepada media ini, Samiudin mengucapkan terimah kasih kepada adik-adik mahasiswa PMII STKIP PGRI Sumenep telah berani kritik yang luar biasa kepada Kadisdik Agus yang baru menjabat sebagai pimpinan pendidikan di ujung timur pulau Madura.

BACA JUGA:  Enam Tahun Tidak Usai, Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep Masih Jadi Atensi Mahasiswa

“Itu menjadi cambuk kepada Kadissak yang baru. Tapi harus dijawab dengan pembuktian, bahwa tahun ini harus ada perubahan dan kerjasama yang baik,” tegas Samiudin.

Pihaknya menjelaskan bahwa proses mutasi jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep seharusnya melanjutkan bidang sebelumnya.

“Dalam hal ini terlepas siapa yang salah. Tapi mutasi Kadis ini kalau tidak dilanjutkan dengan peran sebelumnya, supaya tidak rancuh seperti ini. Misal, sebelumnya pejabat yang ada bidang administrasi itu dilanjutkan lagi,” jelasnya kepada media ini.

Di penghujung wawancara, Samiudin menegaskan bahwa seharusnya Kadis yang baru, itu dengan perubahan yang baru pula.

“Harus baru juga, tapi kalau masih tetep tidak ada perubahan. Ya saya mau lihat nanti,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan