Kecanggihan Sistem Kehidupan Sosial Semut yang Patut Diketahui

Foto: Kehidupan sosial semut (Illustration from google)

Bangkalan – Semut termasuk anggota famili (suku) formacidae dan ordo (bangsa) hymenoptera. Makhluk ini merupakan serangga sosial dengan koloni dan sarangnya yang teratur dan dihuni oleh ribuan bahkan jutaan semut.

Aneh tapi nyata, semut memiliki organisasi dan struktur sosial sebagaimana layaknya kehidupan manusia. Organisasi sosial semut sangat sederhana, yakni tidak ada pemimpin, administrator, polisi dan tentara, perencanaan dan program sosial.

Namun demikian, tugas setiap semut tidak ada yang terkendala karena faktor tersebut. Hal ini karena adanya organisasi diri yang sangat canggih pada setiap semut. Contohnya, semut pekerja di masa paceklik dapat berubah menjadi semut pemberi makan bagi semut lainnya.

Komunikasi antar semut dalam organisasi menggunakan isyarat kimiawi. Zat semiokemikal digunakan semut dalam berkomunikasi dengan semut yang lain. Zat ini ada dua, yakni alamon dan feromon.

Zat alamon digunakan semut untuk berkomunikasi antar genus yang sama dan saat disekresikan oleh semut dapat dicium oleh semut yang lain. Saat semut mensekresi (proses membuat dan melepaskan zat kimia dalam bentuk lendir yang dilakukan oleh tubuh dan kelenjar) cairan ini sebagai isyarat (pesan), semut yang lain menangkap pesan ini lewat bau/rasa dan kemudian menanggapinya.

BACA JUGA:  Mendagri Minta Pelayanan Publik OPD Dukcapil Manfaatkan Teknologi Informasi

Zat feromon digunakan semut sebagai isyarat yang disekresikan menurut kebutuhan koloni. Selain itu, konsentrasi feromon yang disekresikan semut bervariasi menurut kedaruratan situasi.

Setiap koloni semut terdapat struktur sosial, yakni sistem kasta yang ditaati semua semut. Kasta ini, terdiri dari 3 (tiga) kasta, pertama kasta semut ratu dan jantan, kedua kasta semut prajurit, dan ketiga kasta semut pekerja.

Semut ratu dalam satu koloni lebih dari satu dan tubuhnya lebih besar dari semut lainnya. Semut jantan tubuhnya lebih kecil dari semut ratu dan jumlahnya sedikit dibandingkan dengan semut betina.

Semut prajurit tubuhnya lebih kecil dari semut ratu dan jumlahnya banyak. Semut pekerja adalah semua semut betina yang steril, tubuhnya lebih kecil dari semut ratu, dan jumlahnya paling banyak di setiap koloni. 

Selain itu, ada semut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Posisi kasta semut ini berada di antara kasta semut prajurit dan pekerja.

Dalam koloni semut terdapat pembagian kerja yang jelas. Semut ratu tugasnya melakukan reproduksi. Semut jantan tugasnya membuahi semut ratu. 

BACA JUGA:  Hari Lahan Basah Sedunia, Apa Pentingnya?

Semut prajurit tugasnya membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu. Semut pekerja tugasnya merawat, membersihkan, dan memberi makan semut induk dan bayinya, membangun koridor dan serambi baru di sarang, membersihkan sarang, mencari makanan, dan tugas lainnya.

Semut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul tugasnya melawan musuh, berburu makanan, membangun sarang, dan memelihara sarang.

Perilaku sosial semut suka bekerja kelompok, tolong menolong, dan berkorban demi kelangsungan hidup semut koloninya. Semut bekerja kelompok dan tolong menolong seperti dalam membuat sarang dan mencari makanan. Semut rela berkorban untuk kelangsungan hidup semut lain, seperti semut pekerja pada masa paceklik memberi makan semut lainnya dari partikel makanan dalam perutnya. 

Bahkan ada semut, jenis penjaga pintu (semut prajurit) yang rela berjam-jam duduk menjaga pintu masuk sarang, semut jantan yang rela mati setelah membuahi semut ratu, dan semut prajurit yang rela mati di medan perang.

Respon (2)

  1. Luar biasa ya sistem sosialnya. Makanya Allah sampe mengabadikannya jadi satu surat khusus dalam Al-Qur’an. Sistem sosialnya patut ditiru, meskipun ada hierarkhi dan strata sosial, tp masing2 tahu posisi dan tupoksinya.
    Itu cermin dr sistem oligarkhi yg bermartabat dan berkeadilan sosial

Tinggalkan Balasan