Kekuatan Semut Menakjubkan

Ilustrasi Semut Sedang Mengangkat Tomat

Bangkalan – Semut menurut berbagai ilmuan biologi mencapai 13.000 spesies di dunia. Edward O. Wilson dan Bert Hoelldobler (1994) menyebutkan total populasi semut di dunia mencapai 10.000 triliun, sedangkan BBC News (2014) mengklaim jumlahnya 100 triliun di dunia.

Jumlah populasi tersebut dinilai oleh para ahli Museum Sejarah Alam, Laboratorium Semut Universitas Bristol dan Lembaga Perekam Lebah, Tawon, dan Semut tidak realistis (BBC, 2014). Meski demikian, populasi semut di dunia dapat diperkirakan melebihi manusia.

Semut menurut para ilmuwan biologi memiliki tiga segmen tubuh, enam kaki, dua antena, dan bagian tubuh bagian luar yang keras (Harding, 2018). Panjang semut antara 0,75-52 mm atau 0,03-2 inci (Matthews, 2014). Rata-rata berat semut para ilmuan biologi sepakat kurang dari 10 mg dan semut dengan berat teringan adalah semut pekerja. Berat semut ini hanya mencapai 1-5 mg (Wilson dan Hoelldobler, 1994).

Meski beratnya sangat ringan dibandingkan dengan manusia dan hewan besar lainnya, sungguh menakjubkan, semut dapat mengangkat dan membawa beban beberapa kali lipat dari berat badannya. Tubuh mereka kuat dan mampu dibebani berat 10-100 kali dari berat tubuhnya. Seratus kali lipat berat badannya setara dengan 500 mg. Menurut Jennifer Hattam (2018) berat tersebut setara dengan rata-rata orang Amerika Serikat mengangkat berat 19.000 pon (8.618,26 kg) dengan giginya.

BACA JUGA:  Polusi Kendaraan Merusak Lingkungan

Berdasarkan pengamatan para ilmuan biologi, ditemukan bahwa jika semut pekerja bekerja sama, mereka dapat mengangkat beban seberat 5.000 kali berat badannya. Seratus ekor semut dapat membawa seekor cacing besar di atas tanah dan bergerak dengan kecepatan 0,4 cm per detik (Yahya, 2003). Bahkan dalam Journal of Experimental (2019) kecepatan berlari semut sahara mencapai 161 meter per detik.

Mengapa semut kuat? Menurut hasil penelitian ilmuwan biologi Universitas Arizona Amerika Serikat menjelaskan bahwa semut kuat karena ukurannya yang kecil sehingga ototnya memiliki lebih luas penampang relatif terhadap ukuran tubuhnya dibandingkan dengan hewan yang lebih besar. Dengan ukuran ini, otot semut memiliki lebih banyak tenaga.

Menurut peneliti dari Jerman yang dikutip dalam The New York Times (2007), artinya kekuatan semut bukan terletak pada kekuatan ototnya, tapi bergantung pada ukurannya yang kecil. Jadi, semakin kecil serangga, semakin sedikit beban yang dimiliki dalam menopang jaringannya sendiri dan serangga tersebut dapat secara rutin mengangkat beban yang lebih besar secara proporsional.

BACA JUGA:  Hari Lahan Basah Sedunia, Apa Pentingnya?

Tinggalkan Balasan