Opini  

Kisruh PMII Bangkalan Berujung Dualisme, Kader PMII Bangkalan Pertanyakan Keberadaan IKA PMII

Madurapers
Muhammad Rajib Sofyan, Kader PMII Bangkalan (Dok. Madurapers,2023).
Muhammad Rajib Sofyan, Kader PMII Bangkalan (Dok. Madurapers,2023).

Maka menurut hemat penulis, PMII Bangkalan harus segera menyelesaikan perwujudan dua pimpinan cabang ini, selain sudah tentu membingungkan kader juga berimbas terhadap esensi sahabat yang katanya lebih dari sekadar saudara, namun kenyataannya di PMII Bangkalan berjumpa sesama sahabat melihat irisan ketua.

Oleh karena itu, penulis beranggapan ada dua hal yang harus PMII Bangkalan lakukan, untuk mengembalikan keutuhan PMII Bangkalan pada warna kebanggaannya.

Pertama, Menfungsikan ketua Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Bangkalan serta bertabayyun dengan alumni yang kepentingannya campur-campur. Kedua, Merekonsiliasi dua sahabat yang melegitimasi dirinya sebagai pimpinan cabang.

PMII adalah organisasi kaderasasi yang memiliki senior-senior atau orang tua di tubuh PMII Bangkalan, yang tergabung dalam Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) perlu didukkan dan bermusyawaroh bagaimana menatap PMII Bangkalan agar kaderisasi berlanjut sebagaimana mestinya. Seperti yang sering dilakukan oleh kalangan akhlussunnah wal jamaah yakni bertabayyun.

Meskipun hal itu sangat sulit dilakukan karena kepentingan IKA sudah beda-beda. Namun demi PMII Bangkalan yang sudah terlanjur memiliki dua kepengurusan cabang ini, IKA sebagai orang tua harus siap ambil bagian.

Penulis yakin betul bahwa keberadaan IKA PMII Bangkalan sangat dibutuhkan untuk merekonsiliasi kembali kader yang saling sikut menyikut.

Karena bagaimanapun dualisme kepengurusan di tubuh PMII Bangkalan menyisakan berbagai benih persoalan yang dapat mencuat kembali. Dengan begitu, proses rekonsiliasi yang ditempuh harus benar-benar dapat menjadi titik temu dari keterbelahan yang ada sehingga kader PMII Bangkalan dapat berproses secara maksimal tanpa rasa khawatir, dan membatasi diri terhadap lahan perkopian barisan kuning atau barisan biru.

Penulis selaku kader PMII Bangkalan, berharap PMII Bangkalan tetap berada disatu barisan yang terintegralkan kuning dan biru serta terintruksi satu pimpinan dalam menggaungkan salam pergerakan.

Selebihnya penulis hanya sebatas kader PMII Bangkalan yang masih awam secara ke PMII-an dengan senior-senior, namun penulis terasa sesak nafas dengan sendirinya seakan-akan golongan biru tidak boleh kuning, dan golongan kuning tidak boleh biru. Wallohu a’lam!!!