MUJUR! Selesai Vaksin, Warga Banyuates Dapat Beras dari Polisi

Anggota Polsek Banyuates Menyerahkan Beras ke Warga Setelah Melakukan Vaksin di Puskemas Banyuates (Doc Anaf For Madura Pers).

Sampang – Berbagai upaya dilakukan untuk menyemangati warga agar mau melakukan vaksin Covid-19. Di Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, warga mendapatkan beras usai divaksin. Vaksinasi dilakukan di Puskesmas Banyuates, Kamis (22/07/2021).

Pantauan awak media di lokasi, mulai pagi banyak warga yang berdatangan untuk melakukan vaksin. Setelah mendaftar dan di-screening, warga antre menjalani vaksinasi. Usai vaksinasi, mereka menerima beras dari Polsek Banyuates.

Kapolsek Banyuates, AKP Dodi Pratama mengaku dirinya mendapatkan mandat dari Kapolres Sampang untuk membagikan 500 kilo beras kepada warga yang melakukan vaksin Covid-19.

“Hari ini sebanyak 71 Warga sudah melakukan Vaksinasi di Puskesmas Banyuates, setiap warga mendapatkan 5 kilo beras,” tuturnya.

Menurutnya, selain Puskesmas Banyuates juga ada Puskesmas Bringkoneng yang melayani vaksin Covid-19. Namun infonya, stok vaksin di Puskesmas Bringkoneng hari ini masih kosong, sehingga fokusnya di Puskesmas Banyuates dan selanjutnya akan difokuskan di dua puskesmas.

AKP Dodi Pratama mengajak warga untuk melakukan Vaksinasi. Karena selain ikhtiyar dari segi keagamaan (seperti membaca shalawat:red) juga dianjurkan ikhtiyar dari segi medis.

BACA JUGA:  Kedapatan Bawa Sabu, Empat Pria Asal Jember Diamankan Polsek Sokobanah

“Vaksin itu bukan untuk mengobati atau menjamin orang tidak terpapar Covid-19. Melainkan sebagai perisai tambahan untuk tubuh. Jadi, kalau terpapar Covid-19 setelah divaksin itu hanya akan ada gejala ringin yang lebih gampang untuk sembuh,” ungkapnya.

Perwira tersebut bercerita, dalam satu bulan terakhir ada 8 anggota Polsek Banyuates yang sudah terpapar Covid-19. Namun, semuanya hanya mengalami gejala ringan dan mereka setelah divaksin.

Selain itu, AKP Dodi Pratama juga mengajak masyarakat agar tidak gampang men-share berita hoax dan tidak mempercayainya.

“Kami kasian kepada masyarakat, akibat berita Hoax banyak warga yang sakit tidak mau berobat karena takut di-covidkan, padahal itu hanya isu yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

“Untuk melawan pandemi Covid-19 dan berita Hoax, maka semua elemen mulai dari Pemerintah, Tomas dan Tokoh agama harus saling bergandengan tangan dalam menanggulanginya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan