Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$260,0 juta (10,53 persen).
Menurut sektor, ekspor non-migas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2023 turun 5,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2022.
Demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 5,69 persen, sedangkan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 28,10 persen.
Ekspor non-migas Maret 2023 terbesar adalah ke Tiongkok, yaitu US$5,67 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,97 miliar dan Jepang US$1,78 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 42,51 persen.
Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$4,09 miliar dan sebesar US$1,53 miliar.
Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2023 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$9,19 miliar (13,68 persen), diikuti Kalimantan Timur US$7,95 miliar (11,83 persen) dan Jawa Timur US$6,31 miliar (9,38 persen).
