Pemerintah Janji Bangun Hunian Bagi Warga Terdampak APG Semeru

Madurapers
Wapres Ma'ruf Amin memimpin rapat bersama Kepala BNPB, Forkompimda Jatim dan Forkompimda Kabupaten Lumajang, Kamis (16/12/2021) bertempat di VIP Pemprov Jatim Bandara Juanda (Sumber foto : Bid Humas Polda Jatim)

– Masa tanggap darurat 14 hari, namun karena aktivitas gunung masih akan dirapatkan dan apabila diperlukan akan dilanjutkan.

– Transisi peralihan rekontruksi dan rehabilitasi, akan dibangunkan hunian sementara bagi masyarakat terdampak yang dibangun di belakang lahan hunian sambil menunggu hunian tetap dari Pemerintah.

– Infrastruktur dan fasilitas umum (fasum) sudah bertahap dilakukan pembersihan dan perbaikan, rencana dibuat jembatan gantung untuk kendaraan roda dua penyambung Kecamatan Pronojiwo dan Lumajang sudah menyiapkan jalur alternatif.

– Logistik cukup sampai kurang lebih 1,5 bulan, menghimbau kepada donatur agar menyerahkan dalam bentuk dana atau material.

– Pembangunan tanggul sudah dikerjakan, terjadi pembelokan sungai aliran lahar yang mengarah ke pemukiman, nantinya akan dikembalikan kepada jalur semula.

Sementara itu, Dansatgas Kolonel Inf Irwan Subekti melaporkan di wilayah Lumajang yang terdampak langsung 2 Kecamatan, dimana 1 fasum yang sangat penting memutuskan hubungan jalur darat antara Kecamatan pronojiwo dengan Kecamatan Candipuro. Ia menambahkan situasi saat ini level 2 waspada, diharapkan warga mengikuti arahan dari pemerintah. Kemudian pada 7 hari pertama, Kolonel Inf Irwan Subekti menjelaskan pihaknya fokus pencarian dan evakuasi, perpanjangan 3 hari serta perpanjangan ke 2.

“Alat berat digunakan untuk membuat jalur baru, guna mengembalikan aliran menuju ke alur yang semula, yaitu alur bondeli utara maupun selatan. Pembuatan tanggul – tanggul di kampung renteng untuk menghalau aliran lahar yang datang,” terangnya.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan lokasi yang nantinya digunakan relokasi terletak pada dua tempat, yaitu di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo dengan luas tanah 9,44 Hektar dan Desa Candipuro dengan luas 81,55 Hektar untuk rencana pembangunan hunian sementara dan hunian permanen. Cak Thoriq, panggilan karibnya, memastikan desain tata ruang betul betul terintegrasi dan terdapat CCTV untuk menjamin keamanan serta pembangunan terpadu.

“Guna menjamin pendapatan harian masyarakat terdampak,” katanya.

Mengenai bantuan Baznas senilai Rp 15 miliar, Cak Thoriq menuturkan akan dimanfaatkan sepenuhnya dalam tahapan relokasi masyarakat terdampak.

Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan donasi dari Baznas sebesar Rp 15 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang yang diperuntukkan relokasi masyarakat terdampak.