“Objek vital nasional ini tidak teramankan dengan baik. Keamanan menyangkut faktor infrastruktur dan faktor lainnya.
Karena tidak teramankan dengan baik tersebut, sehingga terjadi kebakaran yang berdampak sangat luas, baik itu musibah bagi pertamina sebagai aset negara maupun masyarakat terdampak di sekitar Depo, juga masyarakat luas,” paparnya.
Oleh karenanya, menurut Diah, Pertamina harus mampu meningkatkan kembali teknologinya, melakukan pembaharuan teknologi yang saat ini memang masih berjalan meski belum seratus persen.
Diah juga mendesak Pertamina untuk serius melakukan peremajaan kilang dengan teknologi yang dimiliki oleh Pertamina.
Pihaknya juga mendesak Pertamina, agar selalu fokus pada perbaikan dan peremajaan. Bukan hanya fokus pada bagi-bagi keuntungan.
“Saya mendesak agar pertamina menggunakan keuntungannya untuk fokus pada perbaikan infrastruktur dan teknologi dibanding terlalu fokus bagi-bagi keuntungan,” tutupnya. (*)
