Profil Singkat Kemiskinan di Sampang Tahun 2021

Terlihat Rumah Gubuk Punya Orang Miskin (Sumber Foto: Istimewa)

Sampang – Angka kemiskinan di Kabupaten Sampang tahun 2021 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun 2019 dan 2020. Penduduk dan rumah tangga miskin daerah ini tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain, Rabu (5/1/2022).

Lalu, bagaimana profil kemiskinan di Kabupaten Sampang? Berikut informasi Berita Resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sampang, 1 Desember 2021 yang dihimpun oleh Tim Redaksi Madurapers.

Penduduk miskin di Kabupaten Sampang per bulan Maret 2021 mencapai 237,23 ribu orang. Jumlah ini bertambah 35,02 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2019 dan bertambah sebesar 12,49 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2020.

Persentase penduduk miskin pada Maret 2021 mencapai 23,76 persen, meningkat dibandingkan dengan Maret 2019 dan 2020. Peningkatannya sebesar 0,98-3,05 persen.

Garis Kemiskinannya pada bulan Maret 2021 sebesar 391,03 ribu per kapita per bulan. Dibandingkan dengan Maret 2019 bertambah sebesar 44.96 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 12,99 persen dan Maret 2020 bertambah sebesar 16.12 per kapita per bulan atau meningkat sebesar 4,30 persen.

BACA JUGA:  Marak Pencurian Sapi, Warga Tlagah Banyuates Resah

Indeks Kedalaman Kemiskinannya Maret 2021 sebesar 3,658 mengalami kenaikan sebesar 0,460 poin dibandingkan Maret 2019 dan 0,730 poin dibandingkan Maret 2020.

Indeks Keparahan Kemiskinannya Maret 2021 sebesar 0,804, mengalami peningkatan sebesar 0,100 poin dibandingkan Maret 2019 dan 0,272 poin dibandingkan Maret 2020.

Karakteristik demografisnya, rata-rata rumah tangga miskin (keluarga inti) jumlah anggota rumah tangganya banyak, yakni sebesar 4 orang lebih dengan kepala rumah tangga usia lebih tua (52 tahun) daripada rumah tangga tidak miskin.

Mayoritas penduduk miskin usia 15-44 tahun melek huruf dengan persentasenya mencapai 94,58 persen. Demikian juga halnya dengan partisipasinya pada pendidikan, mayoritas bersekolah dasar-menengah.

Jenis pekerjaan penduduk miskin umumnya bekerja di sektor informal. Sektor lapangan usaha yang digeluti mayoritas sektor pertanian.

Jenis lantai rumah tangga miskin mayoritas tidak berlantai tanah, memiliki akses terhadap layanan sumber minum air layak, dan memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak.

Rumah tangga miskin ini sebesar 38,48 persen merupakan penerima BPNT/sembako. Pengeluaran rumah tangga miskin tersebut mayoritas untuk memenuhi kebutuhan untuk makan. Rata-rata konsumsi kalori per kapita sehari 1.710,22 kalori.

BACA JUGA:  Kapolsek Sokobanah Tingkatkan Sinergisitas dan Silaturahmi dengan Wartawan

Selain itu, pengeluaran rumah tangga miskin untuk membeli kebutuhan rokok (merokok). Namun, pengeluaran perkapita sehari lebih rendah daripada rumah tangga tidak miskin.

Tinggalkan Balasan