Target 10 Ribu Vaksin, Pemkab Sumenep Menggelar Vaksinasi Massal

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, melakukan peninjauan langsung pada proses vaksinasi massal di Kantor Pemkab Sumenep. (Istimewa)

Sumenep – Guna menekan angka sebaran Covid-19 melalui peningkatan imunitas tubuh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar vaksinasi massal hari ini, Selasa (24/05/2021).

Pelaksanaan vaksinasi massal itu dilangsungkan di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep, termasuk juga di halaman kantor Pemkab setempat. Terkait pelaksanaannya, akan berlangsung sejak hari ini, Selasa (24/08/2021) hingga satu pekan ke depan, Senin (30/08/2021).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, yang pagi tadi melakukan peninjauan langsung ke Kantor Pemkab setempat dengan didampingi Polres, Kodim 0827, DPRD, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) mengatakan, bahwa terget vaksinasi di Kabupaten Sumenep, yaitu sebanyak 10 ribu vaksin, meliputi 27 kecamatan.

“Target kita sebenernya 10 ribu  vaksinasi dari 27 Kecamatan yang ada, tetapi keinginan kita bisa tembus 27 ribu,” ungkap Fauzi, Selasa (24/08/2021).

Kata dia, sejauh ini berbagai macam cara telah dilakukan untuk melancarkan program vaksinasi, termasuk juga dengan cara sosialisasi melalui tokoh masyarakat.

“Sudah kami lakukan melalui tokoh masyarakat, Ormas seperti NU dan Muhammadiyah. Kali ini langkah yang diambil pemerintah yakni dengan menyediakan doorprize kepada warga yang telah divaksin,” tambahnya.

BACA JUGA:  5 Kepala OPD di Sumenep Krisis Pemimpin, Begini Kata BKPSDM
BACA JUGA:  Tak Terpuji! Oknum Pengawas Madrasah di Sumenep diduga Lakukan Pungli

Vaksinasi kali ini, Pemkab Sumenep menyediakan berbagai hadiah untuk warga yang berkenan divaksin. Menurut Fauzi hal itu dilakukan sebagai bentuk gotong royong dalam menekan angka sebaran Covid-19.

“Kita juga didukung oleh pihak ketiga untuk memberikan doorprize, hal ini merupakan bagian dari bentuk gotong-royong dalam menghadapi Covid-19,” terangnya.

Lebih mendalam, dirinya juga mengaku bahwa tujuan pemberian hadiah kepada penerima vaksinasi itu, sebagai salah satu strategi pendekatan secara persuasif kepada masyarakat.

“Artinya ada kebersamaan dalam rangka memperhatikan masyarakat agar cepat divaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” paparnya.

Menurut Fauzi, vaksinasi yang menargetkan 10 ribu vaksin ini, memiliki stok sebanyak 50 ribu vaksin, jadi jika stok di awal telah habis tinggal meminta kiriman ulang.

“Karena stok kita 50 ribu, jadi jika habis maka tinggal dikirim,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan