Ulama telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengajarkan agama, sehingga ulama itu di samping ia mengaji, ia juga mengikuti proses belajar mengajar ngaji.
Oleh karenanya ulama senantiasa membentuk sebuah pengajian untuk memberikan ceramah-ceramah dan pemahaman agama, walaupun mereka tidak mendapatkan imbalan.
Sebuah masyarakat akan menjadi Khairu Ummah apabila di tengah-tengahnya ada seorang ulama, sebagai tempat untuk bertanya atau rujukan dalam hal perkara-perkara agama.
Begitupun sebaliknya, apabila ulama tidak diperhatikan dan diabaikan, maka akan muncul-lah berbagai macam persoalan di masyarakat.
