Vaksinasi Belum Capai Target, Anggota DRPD Sumenep Angkat Bicara

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Samiudin. (Sumber Foto: Fauzi)

Sumenep – Menjelang tutup tahun 2021, capaian vaksinasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih mencapai 41.18 persen. Capaian tersebut bisa di bilang sangat minus dari target Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis madurapers.com, Dinkes Sumenep menargetkan 60 persen dalam menyambut Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Dimana masyarakat pada biasanya banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

Sebelumnya, guna meningkatkan capaian vaksinasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinkes sudah mengupayakan berbagai cara untuk meningkatkan capaian vaksinasi, mulai dari menyisir Pondok Pesantren (Ponpes) hingga ke sekolah di lingkungan Pemkab setempat.

Bahkan, untuk meningkatkan capaian vaksinasi Pemkab bekerjasama dengan pemerintah di tingkat Kecamatan maupun Desa untuk melakukan dor to dor alias vaksinasi di jalan agar masyarakat melakukan vaksinasi.

Upaya itu dilakukan pemerintah setempat, sebagai upaya menciptakan hard immunity atau kekebalan kelompok masyarakat yang nantinya kebal akan virus Covid-19 yang melanda negeri ini.

Namun, meskipun upaya itu dilakukan dari sejumlah pihak terkait, masih saja capaian vaksinasi di Sumenep di bawah target. Dari target capaian 60 persen, kini hanya mencapai 41.18 persen.

Menanggapi persoalan tersebut, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Samiudin mengakui vaksinasi di ujung pulau Madura ini memang mengalami kesulitan dalam melakukan vaksinasi dan peningkatan vaksinasi masyarakat.

BACA JUGA:  PAD Retribusi Parkir di Kabupaten Sumenep Minus 1,4 M

“Sumenep memang beda dengan daerah yang lain. Karakteristik masyarakat kita yang berbeda inilah yang menghambat proses vaksinasi mas,” kata Samiudin saat ditemui jurnalis media ini, Senin (20/12/21).

Usaha pemerintah setempat dalam meningkatkan capaian vaksinasi, menurut Samiudin dengan bekerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan vaksinasi. Karena Kepala Desa orang yang paham masyarakatnya sendiri.

Tinggalkan Balasan