Budaya  

Awalnya Tempat Pembuangan Sampah disulap Menjadi “Pantai Biru” yang Eksotis

Salah Satu Spot Pemandangan Pantai Biru

Bangkalan-Tempat pembuangan sampah dan limbah yang terletak di desa Telaga Biru, Tanjungbumi kini disulap menjadi tempat wisata yang indah dan eksotis, “Pantai Biru” begitu orang-orang menyebutnya.

Pantai itu diresmikan oleh Bupati Bangkalan pada 13 September 2019 telah menghabiskan biaya sangat besar, mulai dari pembangunan sektor pariwisata maupun fasilitas tempat untuk persediaan wisatawan agar lebih nyaman dikunjungi.

Kali ini wartawan Madurapers berkesempat berbincang-bincang dengan Ahmad Suhdi, Kepala Desa Telaga Biru. Saat ditanya, Suhdi bercerita bahwa awal mula Pantai Biru ini dibangun merupakan tempat sampah yang kumuh. Namun, semenjak dirinya baru dilantik menjadi Kepala Desa Telaga Biru tahun 2017, telah mempunyai inisiatif untuk membangun wisata di desa Telaga Biru kecamatan Tanjung Bumi.

“Inisiatif ini berawal dari pemikiran saya dan masyarakat, karena saya yakin di tempat ini akan menjadi wisata yang bagus. Oleh sebab itu, kami berjuang untuk membangun wisata Pantai Biru ini”, katanya, optimis (18/3/21).

Ia juga menjelaskan bahwa gairah atau keinginan membangun sebuah desa mandiri dan tangguh sangat diapresiasi oleh masyarakat setempat. Meskipun pembangunan tersebut awalnya ditanggapi dengan pesimis, tetapi setelah tiga tahun berjalan akhirnya dampak positifnya dirasakan oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Moch. Aziz, DPRD Provinsi Jatim Sukses Menggelar Seminar Kebangsaan 

Kades pun mengaku bahwa pengunjung setiap harinya bisa mencapai sekitar 3000 sampai 4000-an pengunjung. Ia merasa sangat senang melihat perekonomian di desanya bisa lebih hidup dan menonjol dibandingkan desa lain.

“Pengunjung sangat antusias dengan kehadiran Pantai Biru ini, Mas. Saya melihat banyak sekali pengunjung, kami juga sangat senang dengan adanya wisata ini”, tuturnya.

Keberhasilan itu menurut Kades disebabkan ada keseimbangan antara kalkulasi dan management tempat wisata dan akan ada rencana yang lebih besar lagi untuk meningkatkan tempat ini, semisal membeli pesawat yang bisa menjadi hiasan atau pun spot untuk berfoto ria bersama keluarga.

“Sudah nawar harga pesawat untuk dijadikan hiasan di tempat wisata ini agar lebih menarik, Mas. Saya tawar 1,200 M, tapi masih ngumpulin uangnya dulu”, tutur Suhdi.

Setelah panjang lebar menceritakan kesuksesannya membangun Pantai Biru, Kades itu juga menceritakan keluh kesahnya di awal tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19 yang sempat membuatnya linglung dan putus asa.

Asri: Suasana Pantai Biru yang Bikin Betah dan Nyaman

Menurutnya, dampak dari merebaknya Covid-19 itu merugikan di segala sektor usaha begitu pula sektor pariwisata. Tentu ada penurunan omset karena para pengunjung yang biasanya datang, diharuskan Stay at Home demi kelancaran program pemerintah.

BACA JUGA:  Merayakan Hari Batik Nasional, Pengrajin Batik Pamekasan Mencetak Generasi Muda

“Kami sempat menutup pantai biru pada awal tahun 2020 lalu. Alhamdulillah sekrang sudah mulai berdatangan lagi wisatawan lokal maupun yang dari luar Madura, Alhamdulillah”, syukurnya.

 

Pada kesempat ini wartawan Madurapers juga sempat mewawancarai Bunga (nama samaran) asal Bangkalan. Dia mengungkapkan kekagumannya atas keindahan tempat ini dan juga menawarkan suasana yang baru di dunia pariwisata Bangkalan.

“Saya betah banget apalagi pas nungguin sunset (matahari terbit)”.

Menurutnya, tempat ini sudah menjadi tempat yang sangat menarik perhatian para wisatawan, mulai dari lokal maupun dari luar Madura.

Tinggalkan Balasan