di matamu mengalir mahir mantra-mantra samudra
sebait celurit dan bulan sabit kami tunggui sepanjang pagi
sampai masa berubah warna,
di matamu mengalir mahir mantra-mantra samudra
sebait celurit dan bulan sabit kami tunggui sepanjang pagi
sampai masa berubah warna,
Sepasang sandal karet lima belas ribu
Sudah pipih ditindih perih beban tubuhku
Meski lapuk sesudah perjalanan jauh
Kiri kanan, beda tapi selalu saling butuh
“Bukan usia atau tulisan yang paling akhir mencintai kata-kata”
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.