Demi Keamanan Bersama, BPBD Sumenep Ajak Masyarakat Jaga Saluran Air

Petugas kebersihan saat membersihkan salah satu saluran air karena sampah. (Sumber Foto: Istimewa)

Sumenep – Kota Sumenep yang terletak di ujung timur pulau Madura diprediksi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi banjir hingga tanggal (16/12/21) mendatang.

Sebagaimana disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya menyampaikan peringatan dini soal cuaca di sejumlah wilayah Jawa Timur termasuk di Kabupaten Sumenep.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Usman Kholid menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai entitas hujan yang disertai petir dan angin kencang sesaat hingga berpotensi adanya banjir.

Bahkan pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar tetap mengikuti himbauan dari BMKG dalam menyampaikan informasi perkiraan cuaca pada halaman resmi maupun akun Media Sosial (Medsos) resmi milik BMKG.

Menanggapi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi banjir di Kabupaten Sumenep, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengatakan masyarakat perlu waspada di beberapa titik yang biasanya langganan banjir.

“Untuk itu masyarakat perlu adanya kewaspadaan. Contoh bentuk kewaspadaan, Pertama membersihkan drainase dan gorong-gorong di sekitar rumah mereka,” kata Rahman saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Selasa (14/12/21).

BACA JUGA:  Nelayan di Sumenep Tewas Tersambar Petir

Pembersihan itu dilakukan karena aliran dari sungai melawati gorong-gorong supaya tidak tersumbat dan menyebabkan banjir atau genangan di beberapa tempat.

“Sedangkan bentuk kewaspadaan yang kedua, adanya potensi beberapa penyakit kulit yang menyertai genangan yang diakibatkan tersumbatnya air karena sampah dan sebagainya,” paparnya.

Bahkan bukan hanya penyakit kulit, ada potensi demam berdarah dan lainnya. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk membersihkan gorong-gorong yang tersumbat.

Ditanya soal petugas kebersihan yang bertanggung jawab membersihkan drainase hingga sungai, Ramli menegaskan dalam hal menjaga kebersihan tidak hanya milik petugas. Melainkan menjadi tanggung jawab bersama.

“Memang ada petugas kebersihan, cuman masalahnya dari hulu ke hilir. Maksudnya sampah dari rumah tangga masyarakat, kalau mereka buang sampah muaranya bermuara ke sungai,” jelasnya.

“Jika semuanya rumah tangga membuang sampah, coba akumulasi semuanya, saya yakin cukup banyak,” sambungnya.

Dirinya menginginkan kesadaran masyarakat cukup penting dalam menciptakan kelastarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan