Budaya  

Jaga Warisan Leluhur, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Lestarikan Keris

Madurapers
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri peresmian musium keris, Helmi Art Museum
Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menghadiri peresmian musium keris, Helmi Art Museum. (Sumber Foto: Pemkab Sumenep).

Politikus partai PDIP Sumenep itu juga mengungkapkan, bahwa Pemerintah Sumnep telah melakukan upaya dalam melestarikan keris sejak tahun 2014 kemaren.

Bahkan, mendeklarasikan diri sebagai kota keris, sebab diakui UNESCO sebagai daerah yang memiliki pengrajin keris terbanyak di dunia mencapai 650 orang.

“Selain itu pada tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga menetapkan Desa Aeng Tong-tong sebagai desa keris dan desa yang memiliki pengrajin keris terbanyak,” bebernya.

“Termasuk melaksanakan jamasan pusaka keraton serta menggelar pameran keris nusantara pada tahun 2019 lalu,” sambungnya.

Pihaknya menambahkan, Keris yang dibuat dari kabupaten yang bersimbol kuda terbang ini, sudah diekspor ke luar negeri, baik itu negara-negara yang ada di Asia maupun di Eropa.

“Negara seperti Malaysia, Brunei dan Belanda, menjadi pemesanan karya Keris kita. Makanya kita harus lestarikan dan kami perhatikan penuh,” pungkasnya.