Pencarian PIP Diduga Terindikasi Kongkalikong, Bank BNI KCP Bangkalan Dikeluhkan Siswa

Ady
Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Negara Indonesia (BNI) Kabupaten Bangkalan

“Kami pihak BNI sudah sesuai ketentuan, perihal merugikan atau tidak itu urusan kepala sekolahnya, yang penting persyaratan yang kami minta sudah di penuhi sebagai syarat pengambilan bantuan PIP tersebut,” kata Harun saat ditemui diruangannya oleh awak Madurapers.

Ia menghimbau, apabila ada yang merasa dirugikan dengan pencairan PIP secara kolektif ini dipersilahkan untuk mendatangi kantor BNI.

“Yang punya keluhan tolong datang ke kantor, Mas, agar bisa tahu saya apa yang menjadi keluhan,” lanjutnya.

Harun juga menjelaskan, apabila pencairan PIP ini dicairkan dengan cara non-kolektif, ratusan siswa-siswi yang datang ke kantor BNI itu sangat menggangu pelayanan di Bank.

“…bisa bayangkan klo ratusan siswa-siswi datang ke kantor itu akan menggangu pelayanan yang lain, Mas, dan secara otomatis pengunjung yang bukan pemilik PIP yang harus juga dilayani jadi pergi karena terancam tidak dilayani,” imbuhnya.

“Kami juga berfikir dua kali untuk menghadirkan siswa-siswi ke kantor di masa pandemi ini karena akan mengundang kerumunan, makanya kami mengambil jalan alternatif pencairan PIP dicairkan dengan secara kolektif, dan itu lebih relevan dan tidak mengumbar kerumunan di masa pandemi covid-19 ini,” pungkasnya.