PKS: Pertumbuhan Ekonomi 2021 Belum Memuaskan

Madurapers
Ilustrasi _Gross Domestic Product (GDP)_ (Dok. Madurapers, 2022).

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi tahun 2021, menurut anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Byarwati, masih jauh dari memuaskan, Senin (14/2/2022).

Dilansir dari laman website DPP PKS, data BPS menunjukkan perbandingan ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 terhadap triwulan IV-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 5,02 persen (y-on-y), sedangkan secara kumulatif perekonomian Indonesia tahun 2021 hanya tumbuh sebesar 3,69 persen.

Menurut Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS ini, seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 5 persen, karena trend windfall yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya akibat terkontraksi.

Windfall sendiri merupakan pajak yang dipungut pemerintah terhadap industri tertentu ketika kondisi ekonomi memungkinkan industri tersebut mengalami keuntungan di atas rata-rata.

Melihat trend windfall harga barang komoditas terutama CPO dan Batu Bara dan pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya yang low base masih terkontraksi sebesar 2,07 persen, seharusnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai angka 5 persen.

Lebih rinci Anis menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 masih ditopang oleh belanja Kesehatan dalam menghadapi COVID-19, khususnya varian Delta pada pertengahan tahun.

Ditandai dari sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 10,46 persen. Tetapi sektor manufaktur dan industri pengolahan belum tumbuh seperti yang diharapkan.

Menurut legislator asal Jakarta ini, “Terhambatnya pertumbuhan ekonomi tahun 2021 tidak bisa dilepaskan dari lemahnya antisipasi Pemerintah dalam menghadapi varian Delta pada Triwulan III-2021”.

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, pertumbuhan PDB menurut pengeluaran tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, khususnya barang-barang komoditas pertambangan dan perkebunan sebesar 24,04 persen, diikuti Komponen belanja Pemerintah sebesar 4,17 persen.