Tokoh  

Plato Bapak Filsafat Barat

Redaksi
Filsuf Plato
Foto Ilustrasi Plato (Sumber: The Great Thinkers, 2021)

Ide adalah gambaran realitas, non-material, abadi, dan tidak berubah. Ide ini saling berhubungan satu dengan lainnya dan tidak tergantung pada pemikiran manusia.

Konsep ini berbeda dengan ide di dunia modern. Di dunia modern menyebutkan ide sebagai gagasan/tanggapan yang ada dalam pemikiran manusia saja.

Karya seni menurut Plato merupakan tiruan dari realitas. Realitas ini adalah tiruan dari dunia ide.

Etika digambarkan Plato sebagai praktik hidup manusia. Kemauan dan nilai manusia tergantung pada pengetahuannya (budi). Budi (pengetahuan) ini menuntun seseorang berbudi baik.

Negara ideal bukan diatur oleh suara rakyat tetapi diatur oleh ide kebaikan. Di negara ini seseorang dan golongan posisinya sebagai alat mencapai kesejahteraan.

Dari tujuan kesejahteraan ini kemudian dibentuk pembagian kerja. Golongan pengusaha menghasilkan produksi tapi tidak memerintah, golongan penjaga melindungi tapi tidak memerintah, golongan cerdik pandai diberi makan dan dilindungi tapi memerintah.

Ketiga budi golongan ini dapat bekerjasama untuk mencapai keadilan bagi masyarakat. Keadilan bagi masyarakat ini oleh Plato disebut budi keempat “masyarakat”.

Logika menekankan pada hubungan antara realitas dan ide. Realitas menurutnya cerminan dari ide. Realitas bisa mengalami pergeseran dan kerusakan karena ide tidak terejawantah secara tepat.

Hal inilah yang membuat ide terus berkembang sehingga membuat realitas juga mengalami perkembangan. Untuk itu, agar manusia mencapai kebenaran harus mampu mencapai ide melalui pendalaman dan berpikir.

Pemikiran Plato tersebut dijabarkan dalam karya tulisnya. Karya tulis tersebut adalah Apology, Charmides, Cratylus, Critias, Crito, Epigrams, Euthydemus, Euthyphro, Gorgias, Hippias Mayor, Hippias Minor, Ion, Laches, Laws, Letters, Lysis, Menexenus, Meno, Parmenides, Phaedo, Phaedrus, Philebus, Protagoras, Sophist, Statesmen, Symposium, The Republic, Theaetetus, dan Timaeus.