Ancaman Cabut kWh Meter di Kangean Sumenep Tidak Benar, Pihak yang Bersangkutan Minta Maaf

Ilustrasi (Istimewa).

Sumenep – Dugaan narasi ancaman dari salah satu pimpinan lembaga instalasi listrik yang ada di Pulau Kangean, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terhadap pelanggan pasang baru Kilo Watt Hour (kWh) meter di kecamatan setempat berujung dengan penyelesaian secara kekeluargaan.

Waktu lalu, Selasa (10/08/2021) Pimpinan PT Madu Wangi Sejahtera, Ilham mengatakan bahwa kasus tuduhan ancaman yang melibatkan dirinya itu akan digiring pada pihak kepolisian, jika hal tersebut tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan dan disaksikan oleh kepala desa setempat.

Berdasarkan informasi terbaru, PL warga Kecamatan Kangayan, Sumenep, selaku orang yang mengaku diancam memberikan konfirmasi pada awak media madurapers.com perihal hasil pertemuan itu.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh dia, ancaman tersebut sebenarnya tidak ada dan hal itu hanya sekedar kesalahan dalam menangkap informasi. Semua ini disadari oleh PL, setelah Ilham memberikan penjelasan dengan detail.

“Kemaren pihak instalatir atas nama Bapak Ilham telah menemui kami untuk meluruskan dan mengatur secara kekeluargaan terkait yang kami sampaikan kepada media madurapers.com. Semua karna ada mis komunikasi yang kurang jelas kita dengar,” ungkap PL, Kamis (12/08/2021).

BACA JUGA:  Enam Tahun Tidak Usai, Dugaan Korupsi Gedung Dinkes Sumenep Masih Jadi Atensi Mahasiswa

Setelah semua informasi diluruskan oleh Ilham secara kekeluargaan, maka PL mengakui kesalahannya dalam menangkap informasi. Sehingga pihaknya mengajukan permintaan maaf.

“Jadi kami mohon maaf kepada Bapak Ilham atas mis komunikasi ini. Kita juga memohon kepada pihak media untuk mencabut apa yang kami sampaikan melalui telepon,” tambahnya.

Kata Ilham, pada saat waktu kejadian dirinya baru saja bangun tidur dan tidak sepenuhnya sadar akan pembicaraan yang disampaikan oleh Ilham. Sehingga dirinya meminta seluruh pihak yang bersangkutan untuk memaklumi.

“Waktu itu saya baru bangun tidur, makanya tidak sepenuhnya sadar. Jadi sekali lagi kami mohon maaf dan harap dimaklum,” jelasnya.

Ancaman pencabutan kWh meter milik pelanggan yang sempat diutarakan oleh PL, secara saksama dicabut karena hal itu tidak benar keberadaannya.

“Kita salah mendengar yang dikatakan oleh Bapak Ilham, ternyata Bapak Ilham tidak punya perkataan untuk mencabut kwh meter milik saudara kita,” tandasnya.

 

Tinggalkan Balasan