Resepsi Pernikahan di Hotel Panglima Sampang Diduga Langgar Prokes

Photo: Tamu undangan tanpa masker di depan hotel panglima sampang

Sampang – Acara resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19 yang digelar di hotel Panglima Sampang mengundang sorotan. Pasalnya, acara pernikahan tersebut diduga tidak mengantongi izin keramaian dan melanggar protokol kesehatan (prokes), Rabu (31/03/2021).

Berdasarkan pemantauan wartawan Madurapers di lokasi, acara resepsi pernikahan tersebut dihadiri banyak tamu undangan. Namun, tidak sedikit tamu undangan yang tidak menggunakan masker dan juga tidak menerapkan Pysical distancing atau menjaga jarak. 

Salah satu resepsionis hotel Panglima yang enggan disebutkan namanya mengatakan, bahwa acara resepsi pernikahan tersebut memang tidak mengantongi izin keramaian. Namun pihak terkait mengaku sudah memiliki rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang. 

“Untuk selebihnya kami tidak tahu mas,” tutur pria muda itu. 

Sedangakan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang, Rachmat Sugiono belum bisa memberikan keterangan terkait dugaan pelanggaran prokes di acara resepsi pernikahan tersebut. Ia mengaku masih berada di lokasi pemakaman pasien Covid-19. 

“Tunggu dulu ya mas, ini saya masih di tempat pemakaman atau kuburan pasien Covid,” ujarnya. 

BACA JUGA:  Ini Alasan Bupati Sampang Menunda Pilkades Serentak ke 2025

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mushaddaq Chalili mengatakan, banyak warga yang paham akan bahaya virus Corona, tetapi tetap tidak mematuhi peraturan protokol kesehatan (prokes).

“Secara psikologis, perilaku patuh terhadap protokol kesehatan akan terjadi ketika seseorang mempunyai persepsi bahwa Covid-19 adalah suatu ancaman yang membahayakan diri. Sehingga cara yang tepat untuk mencegah diri terinfeksi virus tersebut adalah melakukan protokol kesehatan yang baik dan benar,” paparnya.

Menurutnya, orang yang percaya bahwa virus Corona merupakan penyakit yang berbahaya dan mengancam hidupnya, maka secara psikologis orang tersebut akan mencari cara untuk lebih berhati-hati dan tentu saja mendukung himbauan pemerintah dengan penerapan Prokes.

“Jadi kalau kita percaya memakai masker atau menerapkan protokol kesehatan bisa mencegah potensi tertular virus Corona atau yang biasa di sebut Covid-19, maka kita pun cenderung akan memakai masker dan patuh pada himbauan prokes,” katanya. 

Politikus PKB itu menuturkan, kesadaran menerapkan protokol kesehatan dapat tumbuh ketika masyarakat mendapat informasi yang akurat dan tepat. Sehingga penting bagi Pemkab atau stakeholder lainnya untuk melakukan sosialisasi dan memberikan informasi yang utuh terkait dengan pentingnya menerapkan prokes. 

BACA JUGA:  Kemnaker Tetapkan Ketentuan JHT: Mantan Pekerja Migran dari Sampang Bersuara Kritis

“Tim Gugus Tugas Covid-19 harus gencar mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada warga terkait pentingnya menaati prokes sebagai upaya menghindari dan menekan kasus penyebaran virus Corona,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan