Tuntut Keadilan, Keluarga Herman dan Mahasiswa Kepung Polres Sumenep

Madurapers
Sejumlah warga dan masa aksi saat menggelar aksi di depan kantor polres Sumenep. (Sumber Foto: Fauzi)

“Pertama diberi tembakan peringatan, barulah jika tetap melawan bisa diberi tembakan terukur, yakni tembakan yang tidak menghilangkan nyawa seseorang. Misalkan pada area kaki dengan tujuan agar tidak melakukan perlawanan,” sambungnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa informasi yang disampaikan oleh pihak Humas Polres Sumenep bahwa Herman adalah begal, dan dipengaruhi Minuman Keras (Miras).

“Semasa hidupnya, saya bersama-sama dengan alamarhum Herman tidak pernah melakukan kriminal apapun,” kata Robi menegaskan.

“Saudara Herman orang baik, kami yang lebih tahu kondisi almarhum. Polres jangan sok tahu,” sambungnya.

Bahkan dirinya dan sejumlah masa aksi menyangkan tindakan kepolisian yang sempat ingin menggagalkan dengan memberikan iming-iming uang senilai Rp3 juta.

“Kami tolak uang dengan tegas, karena aksi ini adalah aksi kemanusiaan tak bisa ditukar oleh uang sepeserpun,” tandasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi demonstrasi Teru berlangsung, sementara masa aksi di tahan oleh sejumlah pihak kepolisian. Bahkan, istri dan anak almarhum juga datang dalam aksi demonstrasi tersebut.