Bagja mengungkapkan Bawaslu pernah memfasilitasi organisasi pemantau pemilu untuk melakukan konferensi pers yang isinya mengkritik kebijakan Bawaslu saat itu.
“Kami pernah mempersilakan pemantau pemilu menggelar konferensi pers, yang isinya justru mengkritik kami. Itu menunjukkan kami tidak antikritik,” ungkapnya.
Bagja juga mendorong partai politik atau calon yang akan mengikuti kontestasi pemilu, saling mengkritisi, dan adu argumentasi kebijakan masing-masing sebagai gambaran dalam memudahkan pemilih calon yang berkualitas.
“Seharusnya peserta politik saling mengkritik. Tetapi, kritik secara sejuk dan tetap menjaga kondusifitas politik nasional,” terangnya.
