Kasus Pembunuhan di Arosbaya Diduga Karena Motif Dendam Terhadap Korban

Gambar Ilustrasi Dikutip dari Liputan6.com

Bangkalan – Kasus Pembuhunan yang dilakukan oleh tersangka  WG (18) di depan Indomaret Arosbaya Bangkalan diduga karena memiliki dendam terhadap Korban, Sufwat (51).

WG yang masih berstatus pelajar asal kampung Pasar Lama desa Kombangan kecamatan Geger, menurut keterangan yang dihimpun dari Polres Bangkalan sengaja mebunuh Korban pada Kamis, 4 Maret 2021 di parkiran Indomaret Arosbaya.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja menerangkan bahwa aksi WG dimulai saat sedang berada di rumah neneknya, dusun Tancak desa Kampak kecamatan Geger. Saat itu WG diminta ibunya melalui telpon untuk mengambil uang (hutang Korban)  di Indomaret Arosbaya yang mana uang tersebut akan digunakan untuk memperbaiki motor milik WG.

Karena WG mempunyai dendam terhadap Korban, WG memang sudah berniat untuk membunuhnya. Hal ini dikarenakan Korban pernah dipergoki dirinya sedang berbuat tidak senonoh bersama ibunya di rumahnya saat ayahnya (alm) sedang opname di Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan.

“WG yang disuruh ibunya itu punya dendam terhadap Korban yang belum terbayarkan, makan WG bertekat untuk membunuh nya”, sebut Agus dalam pers rilis pada Jumat (12/3/2021).

Dijelaskan Agus, WG mengambil sejata tajam jenis celurit di atas lemari di salah satu kamar rumah neneknya. Kemudian, WG menelpon kakak sepupunya yang berinisial S (30), desa Katol Barat, dan memberitahu bawa Korban sedang berada di Indomaret Arosbaya.

BACA JUGA:  Diduga Tidak Punya Izin Operasional, JK2R Laporkan RSIA Glamour Husada ke Polres Bangkalan

Sesampainya di Indomaret Arosbaya, WG menghampiri Korban yang berada di parkiran. Kemudian, Sufwan memberikan uang sebesar Rp 250.000 kepada WG. Setelah itu terjadi perbincangan antara Korban dan WG perihal motor yang akan diperbaiki.

Tidak lama kemudian, kakak sepupu pelaku, S serta teman kakak sepupunya yaitu Mr. X  datang menghampirinya. Mr. X  membawa sebongkah batu dan melemparkannya hingga Korban terjatuh. Sedangkan kakak sepupunya (S) membawa senjata tajam jenis samurai dan langsung mengayunkan ke tubuh Korban sebanyak dua kali. Korban pun terjatuh.

“…kemudian WG mengeluarkan senjata tajam jenis celurit yang diselipkan dibalik baju bagian belakang dan langsung mambacokkan ke arah perut Korban sebanyak 5 kali hingga Korban tidak bergerak. Korban pun meninggal dunia di TKP”, terangnya.

Motif WG melakukan pembunuhan tersebut dikarenakan sakit hati karena Korban telah berselingkuh dengan ibu kandungnya.

Perselingkuhan tersebut diketahui pertama kali pada Mei 2020 saat ayah WG sedang sakit dan opname di Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan. Ibu kandungnya yang bernama EM tanpa alasan yang jelas tiba-tiba pulang dari RS ke rumahnya di kampung Pasar Lama desa Kombangan. Karena merasa curiga, WG secara diam-diam ikut pulang. Sesampai di rumahnya, di dalam kamar orang tuanya, WG melihat ibu kandungnya sedang tidur dalam satu ranjang dengan seorang laki-laki. Karena kaget, laki-laki tersebut langsung melarikan diri. Sedangkan WG tidak sempat melihat wajah asli dari laki-laki tersebut karena pada saat itu kondisi dalam keadaan gelap.

BACA JUGA:  Anggaran BKD Jatim Dominan untuk Operasi

 

Setelah dua hari dari kejadian dan dilandasi rasa curiga, WG mengecek HP milik ibunya. Saat itu, WG melihat ada beberapa foto dan video ibunya dan Korban melakukan adegan tidak senonoh. Kejadian tersebut, WG ceritakan kepada beberapa keluarganya yang salah satunya adalah sepupu WG bernama S.

Menurut Agus, “Dari motif itulah WG membunuh Korban.”

Sedangkan kronologi penangkapannya, dijaskan oleh Agus bahwa Tim Operasional Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Arosbaya yang dipimpin Kasat Reskrim Bangkalan berhasil  mengamankan WG di jalan Soekarno Hatta di Kecamatan/Kabupaten Bangkalan sekitar pukul 21.00 WIB, (4/03/21) atau di hari kejadian itu. Hal ini tidak lepas informasi dari masyarakat dan Keluarga Korban atas keberadaan WG.

“Selanjutnya membawanya ke Mako Polres Bangkalan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut”, tutupnya.

Atas aksinya tersebut, tersangkan terancam dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 55 ayat (1) KUHP  tentang  tindak pidana, menyuruh dan ikut serta dalam perbuatan tindak pidana, dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling  20 tahun (340 KUHP).

BACA JUGA:  Kejari Tanjung Perak Pastikan Surat Tuntutan JPU Sudah Siap Dalam Perkara Pembunuhan Berencana Terhadap Anak di Kupang Krajan

Catatan Sementara Barang Bukti Tersangka oleh Polres Bangkalan:

✓ 1 (satu) potong baju lengan pendek warna dongker milik Tersangka.

✓ 1 (satu) potong sarung sarung warna hitam kombinasi putih milik Tersangka.

✓ 1 (satu) buah selontong senjata tajam jenis clurit warna coklat milik Tersangka.

✓ 1 (satu) potong kaos lengan pendek warna biru milik Korban.

✓ 1 (satu) potong celana panjang Levis warna dongker milik Korban.

 

(Ady/Mr)

Tinggalkan Balasan