“Begitupun dalam kepemimpinan, betapa naifnya jika saat awal penuh pujian, kebaikan sekaligus harapan, tapi pada akhir dipenuhi dg pestapora, ambisi, dan lupa diri. Sungguh naif,” kata Mashuri dalam postingannya di akun facebooknya.
Mashuri Arow, mantan Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), mengargumentasikan hal tersebut di akun facebooknya dengan dasar perspektif Islam.
Dalam Islam, kata Mashuri Arow, bertauhid itu penting dalam Islam (Umat Islam, red.). Jika dipbandingan di awal dan akhir hayat manusia (Umat Islam, red.), deklarasi tauhid bagi manusia, menurut pemuda asal Madura ini, lebih penting di akhir hayatnya daripada awal hayatnya.
“Sebaik apapun hamba jika sampai akhir hayatnya belum deklarasi tauhid, ia dicatat kosong. Sebaliknya, seburuk apapun jika akhir hayatnya bertauhid, ia dicatat makna. Begitu uar sebuah risalah,” kata Mashuri Arow, Minggu (03/12/2023).
