Pasca Covid-19 Jumlah Penduduk Miskin di Sumenep Meningkat

Ilustrasi oleh Madurapers

Sumenep – Angka kemiskinan di Sumenep meningkat 8,25 ribu orang pasca pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 ternyata membuat anggaran dan program/kegiatan program pembangunan di Kabupaten Sumenep tidak efektif mereduksi (mengurangi) jumlah penduduk miskin di Sumenep.

Berdasarkan angka garis kemiskinan (rupiah/kapita/bulan) tahun 2020 sebesar Rp382.491 Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep mencatat penduduk miskin di Sumenep sebesar 220,23 ribu orang (20,18%). Di tahun ini terdapat peningkatan penduduk miskin sebesar 8,25 ribu orang (0,70%). Hal ini karena pada tahun 2019 berdasarkan angka garis kemiskinan sebesar Rp357.473 data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep menunjukkan bahwa penduduk miskin di Sumenep tahun 2019 sebesar 211,98 ribu orang (19,48%).

 

Jumlah keluarga pra sejahtera di Sumenep tahun 2020 mencapai 110.635 keluarga. Persentasenya mencapai 49,71% dari jumlah 222.561 keluarga (total keluarga sejahtera dan pra sejahtera) di Sumenep.

Sementara dimensi lain, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan di Sumenep angkanya juga memperlihatkan semakin meningkat. Datanya terlihat pada indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan pada periode yang sama.

BACA JUGA:  Gelar Deklarasi Panggil Aku Guru, Bupati Sumenep Siapkan Perbup

Indeks kedalaman kemiskinan ini mengindikasikan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, sementara indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin.

Indeks kedalaman kemiskinan tahun 2019 sebesar 3,03 dan tahun 2020 meningkat menjadi 4,33. Indeks keparahan kemiskinan tahun 2019 sebesar 0,79 dan tahun 2020 meningkat 1,30. Dengan demikian, pada tahun 2020 ada peningkatan indeks kedalaman kemiskinan sebesar 1,30 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,51.

Jadi, peningkatan kemiskinan tersebut, diperkirakan Tim Redaksi Mediapers kemungkinan besar dampak dari pandemi Covid-19. Kebijakan recofusing anggaran daerah, relokasi belanja daerah, dan pambatasan sosial untuk penanganan pandemi Covid-19 terindikasi kuat memperlemah kondisi ekonomi masyarakat sehingga jumlah penduduk miskin di Sumenep meningkat pada tahun 2020.

Tinggalkan Balasan