Terdakwa Wahyu Mengaku Tak Ada Niat Membunuh JS, Siswa SD di Kupang Krajan

Drs. Victor Asian Sinaga, SH., Penasihat Hukum (PH) - nya Terdakwa Wahyu Buana Putra Morita (Fajar Yudha Wardhana)

Surabaya – Terdakwa Wahyu Buana Putra Morita melalui Penasihat Hukum (PH) – nya Drs. Victor Asian Sinaga, SH., mengajukan Pledoi (pembelaan) atas tuntutan15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, SH., dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak karena dinilai terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan bermaksud untuk menguasai harta benda seseorang sesuai Pasal 339 KUHP.

Persidangan agenda Pledoi Terdakwa Wahyu Buana itu digelar di ruang sidang Kartika – 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (11/1/2022). Victor Sinaga saat membacakan Pledoi Terdakwa Wahyu menguraikan terkait dakwaan, tuntutan, keterangan Terdakwa, keterangan Saksi, barang bukti dan fakta hukum di persidangan.

Berdasarkan itulah, Victor Sinaga menyampaikan apa yang diutarakan JPU dalam requisitoir (tuntutan pidana, Red) yang menyatakan bahwa dakwaan terbukti dan menuntut hukuman penjara terhadap Terdakwa Wahyu selama 15 tahun penjara, pihaknya merasa keberatan dan harus ditolak.

“Karena tidak ada niat Terdakwa Wahyu untuk menghilangkan nyawa korban,” ujarnya.

Selanjutnya Victor Sinaga menjelaskan berdasarkan fakta-fakta yang terurai di atas, ia memohon kepada Majelis Hakim memberikan putusannya sesuai Amar Putusan sebagai berikut

BACA JUGA:  Bukti Pengadilan Tunjukkan Penggugat Jual Beli Tanah di Puncak Permai Utara III secara Ilegal

1. Menyatakan Terdakwa Wahyu Buana Putra Morita Bin Harun Morita bersalah melakukan tindak pidana melanggar Pasal 339 KUHP sebagaimana dalam surat dakwaan Subsidair, 2. Terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali perbuatannya, 3. Terdakwa bersikap kooperatif dan tidak berbelit belit, 4. Terdakwa tidak berencana untuk menghilangkan nyawa korban dan hanya ingin menguasai Hand Phone (HP) korban, 5. Mohon diberikan putusan seringan-ringannya dan seadil-adilnya.

JPU Dewi Kusumati, SH., menyatakan akan mengajukan Replik (Tanggapan JPU) atas Pledoi dari Terdakwa Wahyu. Majelis Hakim memutuskan sidang agenda Replik digelar Rabu, 19 Januari 2022.

Sementara itu, Nelly ibu dari korban JS sewaktu dikonfirmasi tentang Pledoi Terdakwa Wahyu, Selasa (11/1/2022) menyatakan Negara kita adalah Negara hukum. Menurutnya pelanggaran apapun pasti ada konsekuensinya.

“Faktanya Terdakwa setelah membunuh JS terus kabur melarikan diri sampai Jawa Barat bukan menyerahkan diri sendiri kepada polisi,” ungkapnya.

Nelly berpendapat menyesal seharusnya menyerahkan diri. Fakta lainnya kata Nelly, JS meninggal, sehingga menurutnya segala bentuk perbuatan kejahatan harus bertanggung jawab demi hukum untuk keamanan dan ketertiban masyarakat.

BACA JUGA:  Bandar Sabu dan Ekstasi Kelas Kakap Dibongkar, Kapolda Jatim Minta Pengedar Narkoba Dihukum Seberat-beratnya

“Saya percaya hukum akan di tegakkan untuk kepentingan masyarakat,” harapnya.

Tinggalkan Balasan